Apakah kamu seorang pemuda beranjak dewasa dan berpikir apakah sudah saatnya menikah atau apakah kamu harus menunggu lebih lama untuk “mapan” dahulu sebelum akhirnya bisa mendegarkan kata “sah” dari para saksi nikah. Berikut adalah ulasan mengenai : Terlalu muda untuk menikah?

Sumber : freepik.com
HUKUM

Hukum di Indonesia menyatakan bahwa menurut undang undang nomor 16 tahun 2019, warga Indonesia diperbolehkan menikah secara legal di umur 19 tahun baik laki laki maupun perempuan. Pernikahan dibawah batas umur yang ditetapkan undang undang harus disertai syarat syarat khusus yang disertai izin dari kedua orang tua dan persetujuan dari pengadilan.

Jadi secara hukum sendiri, pernikahan di bawah umur 19 tahun merupakan pernikahan yang terlalu muda

Sumber : freepik.com
DUKUNGAN DARI KERLUARGA DAN SAHABAT ADALAH YANG PALING PENTING

Baik dari keluarga maupun sahabatmu, dukungan dari kedua belah pihak saat berpegaruh pada keputusanmu untuk menikah. Sangatlah penting untuk mendengarkan nasihat dari keduanya, dan bicara serius dengan mereka sebelum mengambil keputusan agar keputusan menikahmu tidak seperti “menembak diatas kuda” kemudian berakhir dengan bencana.

Mungkin kedua belah pihak mempunyai pertimbangan mengenai pendidikanmu, kesiapan keuangan, atau kedewasaanmu? Adalah jalan terbik jika mereka dapat sepemikiran denganmu dan tunjukkanlah bahwa kamu tahu segala konsekuensi jika benar kamu memutuskan untuk menikah muda. Lagipula merekalah yang kemungkinan besar akan risau dan akhirnya ikut campur jika terjadi sesuatu di pernikahanmu nanti.

Sumber : freepik.com
KAMU DAN PASANGAN HARUS SALING MENDUKUNG

Jika kamu sudah sangat yakin untuk siap menikah, walaupun di usia yang muda (dalam konteks yang diizinkan undang undang) sebenarnya sangat sulit bagi siapapun untuk menghentikanmu. Tetapi, sebelum kalian melakukan sumpah pernikahan sangatlah penting untuk kalian berdua sudah mengerti betul satu sama lain.

Pastikan kalian berdua sudah memikirkan rencana jangka panjang mengenai bagaiamana menjalani kehidupan kalian bersama, keputusan kalian di masa depan, dan skenario terburuk yang mungkin di hadapi. Selesaikan semua hutang dan masalah finasial yang kamu punya sebelum menikah, kemudian lihat apakah kalian memang sudah benar benar sehati dan sefrekuensi . Semua faktor tadi akan menjadi pondasi bagi pernikahanmu dan jika kalian siap dengan itu semua maka kehidupan pernikahanmu nanti akan berhasil berapapun usiamu.

Sumber : www.latimes.com
APAKAH KAMU SUDAH BENAR BENAR SIAP?

Walaupun kita dapat berdebat seharian mengenai usia “yang dapat diterima” untuk menikah, tapi ketika kamu sudah benar benar yakin dan dapat mengantisipasi segala konsekuensi maka sebenarnya kamu sudah siap! Jika kamu percaya bahwa dialah cinta satu satunya dalam hidupmu, maka apa yang ditunggu lagi untuk menikah?. Tetapi walaupun berkata demikian kalian tidak perlu terburu buru.

Ada kalanya kamu terpikir bahwa mungkin benar kamu terlalu muda untuk menikah. Salah satu solusinya adalah kamu bisa bertunangan terlebih dulu. Dengan ini kamu dan pasangan mu telah membuat komtmen bersama dan memiliki target menikah, tapi tidak terlalu terburu buru mendengarkan kata “sah”.

Orang orang cenderung mangalami perubahan kepribadian dari usia remaja ke dewasa dan terkadang juga hubungan asmara tumbuh seiring dengan proses kedewasaan. Karir, ambisi, dan tujuan hidup dapat berubah tahun tahun awal umur dewasa seseorang, jadi ini adalah salah satu faKtor yang mungkin kamu harus pertimbangkan sebelum membuat keputusan. Orang orang cenderung mangalami perubahan kepribadian dari usia remaja ke dewasa dan terkadang juga hubungan asmara tumbuh seiring dengan proses kedewasaan. Karir, ambisi, dan tujuan hidup dapat berubah tahun tahun awal umur dewasa seseorang, jadi ini adalah salah satu faktor yang mungkin kamu harus pertimbangkan sebelum membuat keputusan.

Juga di usia dewasa muda yang baru usai dari masa “abg” mungkin belum memiliki kemampuan manajemen penyelesaian konflik yang baik. Pernikahan bukan merupakan sesuatu yang dapat “berlayar “ dengan mudah, kamu dan pasanganmu harus bisa berkomunikasi dengan baik dan menyelesaikan masalah di masa masa yang sulit yang mungkin akan datang. Apakah kamu dapat berkompromi dan berkorban demi kelangsungan pernikahanmu nanti? Ini adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan sebelum berkomitmen hidup bersama dengan pasanganmu selamanya.

Bagaimanapun, jika kamu memang 100% yakin bahwa kamu sudah “mapan” dan bisa menepis segala keraguan tentang pernikahan nanti, tidak ada alasan untuk menunda harI bahagiamu terjadi!

Sumber : freepik.com
PERTANYAAN YANG KAMU HARUS PERTANYAKAN PADA DIRI SENDIRI

Jika kamu masih ragu apakah kamu siap menikah tau tidak, berikut beberapa pertanyaan yang mungkin kamu harus pertanyakan pada diri sendiri

Apakah kamu benar benar ingin menikah? Jika iya – mengapa?

Apa yang kamu pikirkan tentang kehidupan berdua selamanya di masa depan? Apakah kamu sudah merasa siap dan nyaman menghadapi bahtera rumah tangga?

Siapkah kamu menjadi suami/istri seseorang?

Bisakah kamu sehidup semati dengannya?

Categories